Bicara santai
tadi pagi wanita yang paling ku hormati membuka pembicaraan..
dari nadanya aku tau ada kekhawatiran di situ
tapi menurutku isi pembicaraan tidak terlalu berat, malah tergolong santai untuk masalah ku..
ya, mungkin krn sudah terbiasa dengan masalah2 hebat, kadang aku sampai tidak bisa lagi membedakan mana yg berat, mana yg tidak..
pagi tadi tidak ada lagi raut wajah kecewa disana, atau kah sudah pasrah seperti aku..entahlah..
dari bicara santai tadi beliau hanya ingin aku & Dia bahagia [dengan versinya..]
yang terbaik dari yang terburuk yang terjadi saat ini
untuk seorang ibu, pendapat beliau tadi adalah pendapat yang paling bijak untuk menyelesaikan semua masalahku..tidak ada judge disitu, semua melihat kedepan..
aku hanya terdiam, seperti biasa…
aku tidak ingin beliau kecewa lagi..lagi..dan lagi’
Padahal keinginannya cukup simple, cuma satu..tapi cukup membuat ku kembali tertegun….cuma ingin aku Bahagia [beserta Dia, tentunya]
ternyata..mimpi2 beliau mendekati mimpiku, tapi jauuh dari kenyataan menurutku..
****
Ma, maaf, tetapi semuanya tidak semudah itu…
mereka masih tidak bisa menerima aku & Dia, jangankan kehadiran kami, ketidakhadiran kami saja sudah menebar emosinya..
^dan memang seperti itu lah dia…emosional dalam menjalani hidupnya..mungkin ini yg membuatku tidak langsung menjawab pertanyaan mudah yang dilontarkan ibuku..^
^^[seperti si masa laluku..mengingatnya saja membuatku muak] tidak bisakah sedikit bertenggang rasa, bukankah aku juga wanita?^^
Jadi maaf, aku belum bisa memberikan komentar apapun atas tawaran solusi tadi..
biarlah waktu yang bicara ma, maafkan aku mengecewakan mu lagi..
tapi percayalah…diam ku tadi karena aku tidak ingin mama lebih kecewa lagi…
Hosted by